Ilmu Budaya Dasar Puisi

 

Ayah

 

Pancaran mentari mengeluarkan aroma tubuhmu

Yang kini hanya tulang remah mengiringi

Luluh lantak hati yang ku kira sekeras intan

Seorang penipu mahir yang pernah ku jumpai

 

Terpaut sendu disudut senyum mu

Bercekit pada gemuruh “makan apa kita hari ini?”

Menggelar bahagia dibalik bulir keringat

Kau sabar, aku tak sadar

 

Kini kalbu kian mengerti

Semoga sabar mu tidak memudar

Semoga lembut mu tidak merenggut

Salam sayang dari ku

Putri mu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biografi Tengku Amir Hamzah